Berita
Parkir di Bandara Soekarno Hatta Tak Aman, Dalam Sehari 3 Mobil di Bandara Dicuri
Rabu, 05 Oktober 2011 10:27 WIB | Dibaca 4.579 kali

Berita Terkait
- Bocah SD Dipukuli dan Diperkosa Pria tak Dikenal
- Tinggal 3 Kabupaten Kota di Jabar yang Belum Punya Batik Khas
- Tak Ada Lagi Sumber Air Yang Bisa DiManfaatkan Dalam Meningkatkan PDAM Tirta Raharja
- Di Pantai Palabuhanratu Masalah Sampah Sampai Sekarang Tak Pernah Terselesaikan
- Libatkan Peran Ulama Dalam Memberantas Teroris
TANGERANG - Tingkat pengamanan areal parkir di Bandara
Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sepertinya perlu ditingkatkan lagi.
Kemarin (4/9), tiga mobil dilaporkan hilang berbarengan di kawasan
parkir inap bandara tersebut. Diduga, pelaku memakai modus karcis
pura-pura hilang di area parkir dengan tarif yang sangat mahal tersebut.
Peristiwa ini berawal dari laporan salah satu karyawan maskapai penerbangan Lion Air, Abdullah Irwanto (28), yang melapor kehilangan mobil Toyota Avanza bernopol B-1582-NFU yang diparkir di area parkir inap terminal 1A. Dirinya memarkirkan kendaraan tersebut pada Jumat (30/9) dan ditinggal berangkat ke surabaya.
Setelah dari Surabaya, pada Senin (3/10), sekitar pukul 22.00 dia kembali mendarat di Jakarta. Saat hendak memeriksa mobilnya di tempat parkir, dia sudah tidak menemukannya lagi.
Mencari ke sana ke mari mobilnya tidak kunjung ketemu, dia lalu melapor ke petugas secure parking, pengelola area parkir tersebut. Setelah diperiksa petugas, diketahui dari data basenya bahwa mobil korban belum pernah meninggalkan area parkir tersebut. Kendaraan tersebut masih tercatat di data operator.
”Saat saya tanyakan ke petugas dan dilihat data dalam komputer, mobil saya ternyata masih terparkir di lokasi. Bersama petugas secure parking kami lalu mengecek ke lokasi, tetapi mobil tetap saja tidak ditemukan,” jelas Abdullah.
Dia mengaku heran dengan system pengamanan di lokasi parkir tersebut. Meski menggunakan sejumlah alat yang terbilang cukup canggih, seperti camera CCTV dan kartu elektrik, namun mobilnya masih saja bisa dicuri.
Putus asa tidak ada kepastian mobilnya ada di mana, korban kemudian melapor ke Polres Metropolitan Bandara Soekarno Hatta. Bersamaan dengan laporan korban, dua orang lain rupanya juga melaporkan kehilangan mobilnya di tempat parkir yang sama.
Suarta (53), melaporkan telah kehilangan mobil Toyota Avanza Silver B 1308 PFN yang diparkir di terminal 1B. Dia masuk parkir pada sabtu (1/10) dan diketahui hilang pada Senin (3/10).
Sementara, Mohamad Nazmi (40), juga melapor ke Polres Bandara telah kehilangan Toyota Avanza hitam Nopol F 1665 CG yang diparkir di terminal 1A. Dia masuk parkir pada Minggu (2/10) dan diketahui hilang pada Senin (3/10).
Keduanya juga mengaku mobilnya hilang di tempat parkir meski data di secure parking mengatakan bahwa mobil mereka belum pernah keluar dari area parkir.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol RobertoK mengatakan, pelaku diduga melakukan aksinya secara berkelompok. Modus operandi yang dilakukan pelaku dikatakan sangat rapi dan terorganisir.
Dikatakan, pelaku dipastikan keluar lewat pos secara resmi dan mengecoh putugas parkir yang stand by 24 jam di posnya masing-masing. ”Modus ini sangat rapi, ia tidak bisa melewati separatur, kalau melewati separator pasti langsung ketahuan dan sudah ditangkap,” katanya.
Bisa jadi, lanjut dia, pelaku menggunakan metode plat ganda, yakni membawa kendaraan sejenis dan membawa dua plat yang sama. Selanjutnya, setelah memasuki areal parkir pelaku tinggal mencari mobil yang serupa dengan yang kendaraannya. Setelah ditentukan mobil yang diincar, pelaku mengganti pelat mobil yang diincar tersebut dengan pelat baru yang sesuai dengan karcis parkirnya. Dengan metode tersebut, mereka bisa leluasa keluar melewati pos parkir.
”Mobil yang dibawa dan ditinggal di lokasi parkir, bisa diambil pelaku lagi di kemudian hari. Caranya dengan mereka hendak mengambil mobil dan pura-pura kartu parkir hilang,” ucapnya.
Oleh sebab itu, petugas mulai melakukan pemeriksaan sejumlah mobil yang diparkir di areal bandara tersebut. Kepolisian telah mengintruksikan sejumlah petugas parkir di bandara untuk tidak menerima laporan dari pemilik kendaraan yang kehilangan kartu parkir. ”Kita sudah instruksikan siapun yang kehilang tiket harus lapor ke polisi, bukan sekadar denda dan menerima karti identitas, karena semua itu bisa dipalsu,” jelasnya.
Lantas, apakah ada kemungkinan pelaku berkerjasama dengan oknum petugas parkir" Kasat mengaku semua itu bisa terjadi. Akan tetapi, katanya, semua harus dibuktikan dengan data-data yang akurat. ”Makanya sampai saat ini kita telah melakukan pengembangan,” tukasnya.
Yang pasti, lanjut dia, petugas telah mengantongi identitas pelaku yang diperoleh dari camera CCTV. “Identitas sudah kita kantongi, kita sudah membentuk tim untuk menangkap pelaku,” tukasnya.(Sumber;www.jpnn.com)
Peristiwa ini berawal dari laporan salah satu karyawan maskapai penerbangan Lion Air, Abdullah Irwanto (28), yang melapor kehilangan mobil Toyota Avanza bernopol B-1582-NFU yang diparkir di area parkir inap terminal 1A. Dirinya memarkirkan kendaraan tersebut pada Jumat (30/9) dan ditinggal berangkat ke surabaya.
Setelah dari Surabaya, pada Senin (3/10), sekitar pukul 22.00 dia kembali mendarat di Jakarta. Saat hendak memeriksa mobilnya di tempat parkir, dia sudah tidak menemukannya lagi.
Mencari ke sana ke mari mobilnya tidak kunjung ketemu, dia lalu melapor ke petugas secure parking, pengelola area parkir tersebut. Setelah diperiksa petugas, diketahui dari data basenya bahwa mobil korban belum pernah meninggalkan area parkir tersebut. Kendaraan tersebut masih tercatat di data operator.
”Saat saya tanyakan ke petugas dan dilihat data dalam komputer, mobil saya ternyata masih terparkir di lokasi. Bersama petugas secure parking kami lalu mengecek ke lokasi, tetapi mobil tetap saja tidak ditemukan,” jelas Abdullah.
Dia mengaku heran dengan system pengamanan di lokasi parkir tersebut. Meski menggunakan sejumlah alat yang terbilang cukup canggih, seperti camera CCTV dan kartu elektrik, namun mobilnya masih saja bisa dicuri.
Putus asa tidak ada kepastian mobilnya ada di mana, korban kemudian melapor ke Polres Metropolitan Bandara Soekarno Hatta. Bersamaan dengan laporan korban, dua orang lain rupanya juga melaporkan kehilangan mobilnya di tempat parkir yang sama.
Suarta (53), melaporkan telah kehilangan mobil Toyota Avanza Silver B 1308 PFN yang diparkir di terminal 1B. Dia masuk parkir pada sabtu (1/10) dan diketahui hilang pada Senin (3/10).
Sementara, Mohamad Nazmi (40), juga melapor ke Polres Bandara telah kehilangan Toyota Avanza hitam Nopol F 1665 CG yang diparkir di terminal 1A. Dia masuk parkir pada Minggu (2/10) dan diketahui hilang pada Senin (3/10).
Keduanya juga mengaku mobilnya hilang di tempat parkir meski data di secure parking mengatakan bahwa mobil mereka belum pernah keluar dari area parkir.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol RobertoK mengatakan, pelaku diduga melakukan aksinya secara berkelompok. Modus operandi yang dilakukan pelaku dikatakan sangat rapi dan terorganisir.
Dikatakan, pelaku dipastikan keluar lewat pos secara resmi dan mengecoh putugas parkir yang stand by 24 jam di posnya masing-masing. ”Modus ini sangat rapi, ia tidak bisa melewati separatur, kalau melewati separator pasti langsung ketahuan dan sudah ditangkap,” katanya.
Bisa jadi, lanjut dia, pelaku menggunakan metode plat ganda, yakni membawa kendaraan sejenis dan membawa dua plat yang sama. Selanjutnya, setelah memasuki areal parkir pelaku tinggal mencari mobil yang serupa dengan yang kendaraannya. Setelah ditentukan mobil yang diincar, pelaku mengganti pelat mobil yang diincar tersebut dengan pelat baru yang sesuai dengan karcis parkirnya. Dengan metode tersebut, mereka bisa leluasa keluar melewati pos parkir.
”Mobil yang dibawa dan ditinggal di lokasi parkir, bisa diambil pelaku lagi di kemudian hari. Caranya dengan mereka hendak mengambil mobil dan pura-pura kartu parkir hilang,” ucapnya.
Oleh sebab itu, petugas mulai melakukan pemeriksaan sejumlah mobil yang diparkir di areal bandara tersebut. Kepolisian telah mengintruksikan sejumlah petugas parkir di bandara untuk tidak menerima laporan dari pemilik kendaraan yang kehilangan kartu parkir. ”Kita sudah instruksikan siapun yang kehilang tiket harus lapor ke polisi, bukan sekadar denda dan menerima karti identitas, karena semua itu bisa dipalsu,” jelasnya.
Lantas, apakah ada kemungkinan pelaku berkerjasama dengan oknum petugas parkir" Kasat mengaku semua itu bisa terjadi. Akan tetapi, katanya, semua harus dibuktikan dengan data-data yang akurat. ”Makanya sampai saat ini kita telah melakukan pengembangan,” tukasnya.
Yang pasti, lanjut dia, petugas telah mengantongi identitas pelaku yang diperoleh dari camera CCTV. “Identitas sudah kita kantongi, kita sudah membentuk tim untuk menangkap pelaku,” tukasnya.(Sumber;www.jpnn.com)
Anda dapat memberikan komentar tentang Parkir di Bandara Soekarno Hatta Tak Aman, Dalam Sehari 3 Mobil di Bandara Dicuri dengan menggunakan form dibawah ini .

Komentar via Facebook