Berita
Distan Kota Sukabumi Terus Melakukan Pengawasan Terhadap Kesehatan Hewan Qurban
Rabu, 02 November 2011 10:37 WIB | Dibaca 505 kali
Sukabumi-Dalam sidak yang dilakukan dinas pertanian dan ketahanan pangan kota sukabumi,petugas mendatangi tempat penjualan hewan kurban dan memeriksa hewan-hewan kurban yang ada di para pedagang. Dalam pemeriksaan tersebut, lebih dari 100 ekor sapi diperiksa secara intensif kondisi kesehatannya, mulai dari mulut, gigi serta bagian mata hewan tersebut. Namun hingga saat ini, petugas tidak menemukan indikasi hewan kurban yang berpenyakit di jual di kota sukabumi.

Menurut Dokter Hewan dinas pertanian kota sukabumi riki barata,masyarakat harus mewaspadai akan bahaya penyakit yang terdapat pada hewan kurban,seperti halnya antraks. Karena penyakit tersebut terbukti penyakit menular yang berbahaya serta  bisa mematikan jika mengkonsumsi daging dari hewan yang berpenyakit. Namun demikian jika warga ingin membeli hewan kurban ada baiknya untuk bisa teliti memeriksa, salah satunya pada bentuk fisik, serta bagian mulut serta mata yang tidak mengeluarkan lendir.

Upaya pemerintah kota sukabumi dalam mengantisipasi berbagai penyakit seperti halnya antraks, diantaranya mengkarantina, serta memperketat pengawasan terhadap hewan-hewan kurban yang datang dari daerah luar sukabumi, seperti halnya bogor dan bekasi. Hal tersebut dilakukan mengingat dua daerah ini terindikasi sebagai
Endemi dari penyakit antraks, untuk itu pemerintah kota sukabumi akan selalu memperketat pengawasan kepada para pedagangnya, jika ditemukan hewannya berpenyakit, pihaknya akan segera membawa hewan tersebut untuk dimusnahkan.

Setelah menyatakan hewan kurban di kota sukabumi bebas dari penyakit, petugas pun memberikan tanda kepada hewan yang telah diperiksa.

Ujang Heryaman Sukabumi-Jawa Barat.





Print PDFPDF ArsipArsip RSSRSS


Anda dapat memberikan komentar tentang Distan Kota Sukabumi Terus Melakukan Pengawasan Terhadap Kesehatan Hewan Qurban dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar