PJTV Bandung Official Website
Jawa Barat
RATUSAN BURUH DESAK DEWAN PENGUPAHAN SEGERA TENTUKAN NILAI UPAH PABRIK SEPATU

Oleh Ujang Heryaman | Jum'at, 09 Desember 2016 10:08 WIB | 115 Views
RATUSAN BURUH DESAK DEWAN PENGUPAHAN SEGERA TENTUKAN NILAI UPAH PABRIK SEPATU

Sekitar dua ratus  buruh pabrik sepatu gsi  yang tergabung dalam serikat pekerja seluruh Indonesia Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, kembali mendatangi balai pendopo kabupaten di Jalan Jenderan A Yani Sukabumi Jawa Barat. Dengan menggunakan sepeda motor dan  bendera, para buruh masuk dan melakukan audensi dengan perwakilan pemerintah Kabupaten Sukabumi. Para buruh pabrik sepatu, menginginkan bertemu Bupati Sukabumi Marwan Hammami dan segera merekomendasikan kepada gubernur, akan upah sektoral pegawai pabrik sepatu  disyahkan. Menurut wakil ketua SPSI  Cikembar Doni Sudarsono, buruh sudah ke tiga kali datang menginginkan upah sektor pabrik sepatu di kota-kota lain di Jawa Barat sudah ditetapkan. Namun demikian di Sukabumi belum ada kejelasan, dan dinilai upah di Sukabumi upah paling rendah. Doni Sudarsono Wakil Ketua Ketua SPSI Sukabumi. Sementara itu, para buruh pabrik sepatu gagal bertemu dengan bupati, dan mereka memberikan kesempatan sebelum tanggal 20 desember, jika  belum ada kejelasan, para buruh  mengancam akan memblokir jalan utama sukabumi, seperti pada tahun 2013 silam.
 
Ujang Heryaman, Sukabumi Jawa Barat.



Tags



Jawa Barat Lainnya
JPU KEMBALI HADIRKAN SAKSI PENYIDIK POLRI TERKAIT PEMBAKARAN KANTOR KEJATI JABAR
Jum'at, 09 Desember 2016 10:07 WIB
JPU KEMBALI HADIRKAN SAKSI PENYIDIK POLRI TERKAIT PEMBAKARAN KANTOR KEJATI JABAR
Terdakwa pembakar Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dedi Sugarda, selasa kemarin kembali menjalani sidang lanjutan di pengadilan negeri Bandung, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum kembali menghadirkan saksi seorang penyidik kepolisian resort kota besar Bandung, yang memeriksa terdakwa, lantaran terdakwa Dedi Sugarda mengaku tidak membakar aula kantor Kejati, pada sidang sebelumnya agenda pemeriksaan terdakwa.
CURAH HUJAN TINGGI DAN ALIH FUNGSI LAHAN JADI PENYEBAB PERGERAKAN TANAH DI KBB
Selasa, 06 Desember 2016 15:37 WIB
CURAH HUJAN TINGGI DAN ALIH FUNGSI LAHAN JADI PENYEBAB PERGERAKAN TANAH DI KBB
Musim hujan selain mengakibatkan banjir juga kerap mengakibatkan pergerakan tanah disejumlah daerah di Jawa Barat. Menurut kepala Badan Geologi, pergerakan yang terjadi di wilayah kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu, diakibatkan curah hujan yang tinggi, serta alih fungsi lahan.
PASCA PENANGKAPAN TERDUGA TERORIS DI MAJALENGKA, POLISI JAGA KETAT RUMAH TERSANGKA
Selasa, 29 November 2016 13:36 WIB
PASCA PENANGKAPAN TERDUGA TERORIS DI MAJALENGKA, POLISI JAGA KETAT RUMAH TERSANGKA
Pasca penangkapan terduga teroris berinisial RP di Majalengka pada rabu pagi kemarin. Sejumlah petugas kepolisian dari Resort Majalengka, pada kamis, masih melakukan penjagaan di sekitar rumah tersangka, hal ini dilakukan petugas karena dikhawatirkan masih terdapat sejumlah barang bukti yang masih berada di dalam rumah tersebut.
LONGSOR DI KBB SEMPAT MENIMBUN WARGA SAAT BERADA DI DALAM RUMAH
Selasa, 29 November 2016 13:35 WIB
LONGSOR DI KBB SEMPAT MENIMBUN WARGA SAAT BERADA DI DALAM RUMAH
Rentetan peristiwa longsor yang menimpa wilayah Bandung Barat, Jawa Barat, hingga kamis pagi masih terjadi. Bahkan, sejumlah rumah kembali ambruk diterjang longsor, dan sempat menimbun tiga orang warga hidup-hidup, beruntung dalam kejadian tersebut, warga yang tertimbun bisa menyelamatkan diri.





Anda dapat memberikan komentar tentang RATUSAN BURUH DESAK DEWAN PENGUPAHAN SEGERA TENTUKAN NILAI UPAH PABRIK SEPATU dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar
Masukan tulisan disamping



Galeri Photo
TEMBANG-TEMBANG TOP HITS

Tembang-tembang sunda paling hits akan hadir setia menemani waktu bersantai pemirsa PJTV.

Ragam
Rabu, 08 April 2015 13:16 WIB
COLENAK MURDI KULINER BERSEJARAH KHAS BANDUNG

Peringatan Konferensi Asia Afrika di kota Bandung tahun 1955 silam ternyata tak hanya meninggalkan sejarah tentang kemandirian bangsa-bangsa di Asia dan Afrika saja, namun salah satu sajian kuliner yang disuguhkan kepada pimpinan negara kala itu tetap mahsur hingga kini. Yakni colenak murdi putra.